Again…

benci sekali rasanya harus menulis lagi gara-gara ini. sebuah alasan klise yang patut ditertawakan. tapi aku bisa gila jika tidak mencurahkan ini pada sesuatu. dan dengan beginilah, silahkan jika ingin mengejekku karena aku menalarkan semuanya ini disini.

sampai seminggu lalu, aku pikir aku sudah bertemu orang yang tepat.

when she asked me to help her, i did it without question. when she need something, i did what she asked. hey, i even buy her modem, books and my phone when she is struggling with her study.

the point is… aku bahkan ngga inget semua itu sampai seminggu yang lalu ketika kamu mengirimiku pesan “terimakasih untuk semua kebaikannya, maaf aku dijodohkan dengan yang lain” and a week later, all of her wedding photo flooding my facebook timeline.

i am not hating her. i am hating myself because all of my memory start to come back.

satu yang aku ingat sekali. ketika secara spesifik aku memintanya untuk menikahiku, dia bilang dia belum siap tahun ini. ada target yang harus dicapainya dulu.

dan akhirnya, ternyata tahun masih belum berakhir.

jauh di atas kecewa. aku tidak bisa menggambarkan perasaan yang sekarang memojok di dalam hatiku.

aku mendoakannya segala yang terbaik, dan semoga dia juga mendoakanku agar aku bisa melupakannya.

Jakarta

kemarin ada jadwal meeting di Sudirman Jakarta. Saya yang dari Bandung jam 5 subuh sudah duduk manis di kereta api Argo Parahyangan sambil terkantuk-kantuk.

Sekitar pukul 9 pagi, kereta sudah hampir sampai ke Gambir. dari jendela kereta, saya melihat asap hitam tebal yang membumbung. ternyata Pasar Senen kebakaran lagi. Link  Continue reading Jakarta

Hampir seperti semula

kemarin habis belanja komik dan buku novel dengan total 300ribu lebih. sesuatu yang sudah tidak saya lakukan selama bulan-bulan terakhir.

bagi saya, membeli buku dan membacanya adalah sebuah terapi tersendiri. saya pecinta komik dan buku apapun. sejak mempunyai penghasilan sendiri, setiap bulan ada saja buku yang saya beli. dan itu sudah berlangsung tahunan. Continue reading Hampir seperti semula